Jumat, 26 November 2010

MENCARI TANGGAL LAHIR MENURUT PERHITUNGAN MASEHI DAN HIJRIYAH (Sebuah Kajian Teoritis Ilmu Falak) 0leh Sunarto, MA


A.     Pendahuluan
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. yang telah menjadikan  Negara kita Indonesia ini sebagai Negara yang kaya akan budaya dan peradaban, termasuk kaya akan system penanggalan. Dari multi sitem penggalan yang ada di bumi nusantara ini, setelah terjadi seleksi alam, hanya tinggal dua macam penggalan yang pada umumnya masih banyak dipergunakan masyarakat luas. Kedua penanggalan tersebut yaitu: penanggalan Masehi dan penanggalan Hijriyah.
Pada dasarnya ada dua macam penanggalan besar di dunia ini, yaitu penanggalan Masehi dan penanggalan Hijriyah. Pertama penanggalan Masehi didasarkan atas peredaran bumi terhadap matahari (system syamsiyah / solar system / tahun surya). Kedua penanggalan Hijriyah, yaitu penanggalan didasarkan atas peredaran bulan mengelilingi bumi (system qamariyah / lunar system / tahun candra).
Penanggalan Masehi yang diindentfikasi dengan masa kelahiran Isa al-Masih (tahun 1 M), jauh lebih lama[1] dibanding penanggalan Hijriyah yang terkaitkan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. dari Makkah ke Yatsrib pada tahun 622 M. Kedua sistem penanggalan tersebut saling terkait dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya.
Dewasa ini telah terjadi pergeseran nilai budaya keislaman, dimana umat Islam lebih banyak mengenal dan bangga dalam pemakaian pruduk-produk luar, dibanding pemakaian produk-produk intern umat Islam itu sendiri. Misalnya dalam berpakaian, berbahasa termasuk dalam pemakaian kalender (penanggalan). Pada umumnya umat Islam lebih mengenal penanggalan Masehi dibanding penanggalan Hijriyah, bahkan mereka banyak yang tidak hafal nama-nama bulan Islam (Hijriyah) terlebih kalau ditanya berapa jumlah hari dalam bulan Sya’ban, Ramadhan? misalanya. Kebanyakan mereka tidak bisa menjawab, atau berpikir lebih lama baru bisa mengungkapkan. Berbeda dengan bulan Masehi tentu kalau ditanya mereka hafal luar kepala. Jangankan ditanya nama-nama bulan Masehi beserta urutannya, ditanya berapa jumlah hari dalam bulan Januari, pebruari? misalnya, mereka dengan mudah dapat menjawabnya.
Hal ini mengundang keprihatinan kita semua, seharusnya umat Islam lebih hafal dan bangga terhadap nilai dan simbul-simbul budaya keislaman, namun pada kenyataannya sebaliknya. Umat Islam dewasa ini lebih familier terhadap produk-produk budaya luar, sementara merasa asing dengan produk-produk  sendiri. Kalau ditanya berapa tanggal lahir anda? pasti jawabnya tanggal lahir Masehi, ironisnya kita sering tidak mengenal tanggal lahir Hijriyah kita sendiri, padahal itu kalender umat Islam sendiri.
Penulis teringat waktu Prof. Ahmad Mansur Suryanegara[2] dalam menyampaikan makalahnya berjudul,” Disislamisasi Sejarah Nasional Indonesia,” dalam seminar nasional yang berjudul “ Historiografi Islam Indonesia,” dengan bangganya beliu mencantumkam kalender Islam  paling depan, kemudian diikuti kalender Jawa, baru yang terakhir kalender Masehi.
Bukan maksud hati ingin mendikotomikan kedua istilah penanggalan tersebut, namun  mari kita sosialisasikan dan kita realisasikan symbol dan nilai-nilai kebudayaan Islam, karena itu merupakan cermin karakter pribadi kita sendiri. Mari kita membumikan peradaban dan kebudayaan Islam yang nyaris punah ini. Setidaknya ada keseimbangan dalam pemakaian budaya Islam dengan budaya lain. Kalau bukan kita (umat Islam) lantas siapa yang peduli dan mau mengaplikasikan produk-produk umat Islam itu sendiri?
Melihat dari keprihatinan tersebut, di sini saya rumuskan: Bagaimana cara mengetahui tanggal lahir kita? (hari, bulan, tahun dan pasaran, baik dalam penanggalan Masehi maupun Hijriyah).
Pada kesempatan kali ini saya akan  mendeskripsikan tentang kedua system penanggalan tersebut, baik Masehi maupun Hijriyah berikut historisnya, guna mencari penanggalan (hari, pasaran, tanggal, bulan, dan tahun ) kelahiran anda. Kedua penanggalan tersebut dapat dideteksi dengan hasil yang akurat, selama salah satu  dari kedua penanggalan tersebut dapat diketahui datanya (tanggal, bulan dan tahun) dengan benar dan akurat.
B.     Historis Penanggalan Masehi dan Hijriyah
Penanggalan Masehi  yang diindentifikasi dengan kelahiran Isa al- Masih tersebut  berdasarkan  atas peredaran matahari mengelilingi bumi dengan gerak semu  dalam pandangan kasat mata, padahal pada kenyataannya bumilah yang berputar megelilingi matahari  dengan arah rektrograd[3] secara kontinyu yang disebut berevolusi.
Dalam gerak semunya matahari bergerak dari titik aries pada tiap-tiap tanggal 21 maret dan akan berakhir ke tempat semula. Mulanya lama waktu  yang dibutuhkan dalam satu kali putaran mencapai   364,2425 hari, sementara   sesuai penelitian al-Battani dalam buku karya Baiquni menyatakan, perputaran bumi terhadap matahari dalam satu tahun terdapat: 365 hari 5 jam 46 menit 24 detik.[4] Hal ini juga mengindikasikan betapa majunya peradaban Islam pada abad-abad klasik tersebut, dimana al-Battani (858-929M) seorang astronom Islam dengan segala keterbatasannya pada saat itu sudah dapat memprediksi perhitungannya dengan akurat.  Penelitian al-Battani tersebut pada abad-abad berikutnya akan menjadi bahan referensi terhadap ilmuwan-ilmuwan lain yang hidup sesudahnya, termasuk ilmuwan-ilmuwan Barat yang hidup pada abad pertengahan.
Sebenarnya system serupa ini telah berlangsung lama sebelum dilahirkannya Nabi Isa as. Sa’at itu bulan yang pertama adalah bulan Maret, selanjutnya bulan April sebagai bulan kedua, sedangkan bulan terakhir adalah bulan Pebuarius.[5] Baru kemudian sa’at DPR Yunani bersidang untuk yang pertama kalinya pada bulan Januari, maka pada sa’at itulah diresmikannya Januari sebagai permula’an bulan, kemudian Pebruari, Maret, dan seterusnya sampai Desember  sebagai bulan ke dua belas (bulan terakhir).
Kebenaran hal tersebut dapat diindentifikasi secara etimologis, bahwa makna September adalah tujuh, sementara Oktober adalah delapan. Akan tetapi karena permulaan bulan bukan lagi dimulai dari bulan Maret, bahkan maju dua bulan ke depan maka terhitung dari: Januari, Pebruari, Maret dan seterusnya, maka bulan September (selanjutnya dibaca Saptember) menempati nomor urut bulan ke sembilan, Oktober (bulan ke sepuluh) dan seterusnya sampai bulan Desember (bulan ke duabelas).
Setelah berjalan beberapa tahun kemudian terjadi suatu perubahan lagi, dimana kelahiran Isa al-Masih dijadikan barometer tahun pertama Masehi, sedangkan nama-nama bulan tetap. Pergeseran tersebut terjadi pada sa’at revolusi bumi terhadap Matahari, yang tadinya dalam satu kali putaran teardapat 364,2425 hari akan tetapi sekarang terdapat 365,25 hari yang disebut system Yustinian.[6]
Seiring dengan perjalan waktu, setelah berjalan lebih dari 15 tahun system Yustinian ini juga mengalami keraguan. Satu hal yang menarik perhatian, dan justru  dapat membongkar keotentikan system tersebut adalah sa’at menentukan wafatnya Isa al-Masih (Easterday) yang diyakini oleh kaum Masehi hari itu jatuh pada hari Minggu setelah bulan purnama selalu terjadi setelah tanggal 21 Maret (Matahari berada tepat di titik Aries). Pada hari itulah mereka peringati sebagai hari wafatnya Yesus (Isa al-Masih). Akan tetapi akhir-akhir ini terjadi suatu pergeseran, dimana hari yang mereka peringati tidak seperti yang mereka telah lakukan puluhan tahun yang lalu. Sehingga hal ini merespon pemikiran Paus Gregorius XIII untuk menyusun koreksi-koreksi. Akhirnya pada tanggal 4 Oktober 1582 keluarlah kebijakan dari Paus Gregorius XIII atas saran dari Klafius melakukan koreksi tersebut denagan melakukan potongan 10 hari, sehingga esuk harinya tidak lagi jatuh tanggal 5 Oktober 1582 malainkan jatuh tanggal 15 Oktober 1582. Kebijakan tersebut diharapkan disa’at kaum Masehi memperingati wafatnya Isa al-Masih jatuh tepat hari Minggu setelah bulan purnama pada tanggal 21 Maret (Matahari berada di titik Aries).
Peristiwa itu merupakan hari bersejarah bagi kaum Masehi, sehingga pada sa’at itu revolusi bumi terhadap matahari tidak lagi dihitung 365,25 hari, melainkan 365,2425 hari.  Atas dasar ketentuan ini maka tiap-tiap 400 tahun akan terjadi selisih 3 hari dengan sistem Yustinian.  Selisih 3 hari tersebut dapat diketahui dengan rumusan:  tiap-tiap tahun abad yang tidak habis dibagi empat ratus maka dianggapnya tahun pendek (basithah[7] = common year). Akan tetapi bilangan abad yang habis dibagi empat dianggapnya tahun panjang (kabisat[8]= leap year). Sedangkan rumusan yang menyatakan tahun yang tidak habis dibagi empat adalah tahun pendek, sedangkan tahun panjang adalah tahun yang habis dibagi empat, rumusan ini masih tetap berlaku.
Dengan demikian dapat diambil resume, bahwa siklus kecil tahun masehi itu empat tahun = 1461 hr, sedangkan siklus besarnya terjadi 400 tahun= 146.097 hari. Sebetulnya system diatas tersebut masih bisa diperinci lebih detail lagi yaitu 365,24220 hari. Jadi dengan system gregorius tersebut terdapat selisih 0,0003 hari tiap-tiap tahun, maka selama 3334 tahun akan terjadi selisih 1 hari lagi.
Dalam 1 Tahun Masehi terdapat 12 bulan, yaitu: Januari, Pebruari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, Saptember, Oktober, Nopember dan Desember. Jumlah hari dalam tahun Masehi berkisar 30 – 31 hari, kecuali bulan Pebruari. Jumlah hari bulan Pebruari antara 28 atau 29 hari, kadang 28 hari bila bertapatan dengan tahun pendek, kadang pula 29 hari kalau bertepatan dengan tahun panjang. Karena itu jumlah hari dalam satu tahun Masehi terkadang 365 hari tahun pendek atau 366 hari tahun panjang.
Untuk mempermudah dibikinlah skala perhitungan yaitu daur (putaran / siklus). Satu daur dalam Masehi = 1.461 hari atau 3 x 365 hari + 1 x 366 hari, atau dengan kata lain 1 daur Masehi = 3 x tahun pendek + 1 x tahun panjang.
Untuk mempermudah dalam perhitungan, perhatikan tabel di bawah ini!
Tabel Jumlah hari dalam tahun Masehi:
1.      Januari             : 31      :  31  :  31  hr
2.      Pebruari           : 28/29 :  59  :  60  hr
3.      Maret               : 31      :  90  :  91  hr
4.      April                : 30      : 120 : 121 hr
5.      Mei                  : 31      : 151 : 152 hr
6.      Juni                  : 30      : 181 : 182 hr
7.      Juli                   : 31      : 212 : 213 hr
8.      Agustus            : 31      : 243 : 244 hr
9.      Saptember        : 30      : 273 : 274 hr
10.  Oktober           : 31      : 304 : 305 hr
11.  Nopember        : 30      : 334 : 335 hr
12.  Desember        : 31      : 365 : 366 hr

Berbeda dengan penanggalan Masehi, system penanggalan Hijriyah ini didasarkan atas peredaran bulan mengelilingi bumi. Dalam satu kali putaran bulan mengelilingi bumi kurang lebih 30 hari, untuk lebih tepatnya 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik.[9] Peradaran bulan tersebut terjadi 12 x dalam setiap tahunnya, hingga kalau diakumulasikan dalam 1 tahun rata-rata terdapat 354 hari 8 jam 48,5 menit, atau lebih sederhananya  354  11/30 hari.
Sistem penanggalan Hijriyah ini dimualai sejak tahun 17 H. yaitu sejak pemerintahan Umar bin Khattab ra. Setelah berlangsungnya pemerintahan Umar bin Khattab ra. 2,5 tahun, munculnya gagasan penanggalan Hijriyah tersebut. Adapun yang melatarbelakangi timbulnya penanggalan Hijriyah tersebut adalah akibat adanya pelemik kecil dikalangan intern para shahabat Nabi tentang dokumen.  Apakah terjadi pada bulan Sya’ban itu atau bulan Sya’ban yang lalu? Pertanyaan tersebut belum terjawab, hingga Umar bin Khattab ra. selaku Khalifah yang kuasa pada saat itu dengan otoritasnya mengumpulkan para sahabatnya untuk menggagas sekaligus menciptakan penanggalan Hijriyah untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut sebagai solusinya.
Dalam menciptakan kalender Islam tersebut tentu ada standar yang harus disepakati bersama sebagai star awal perhitungan. Walaupun pada awalnya terjadi perdebatan dan silang pendapat di antara para   sahabat, namun pada akhirnya terjadi kesepakatan tentang penetapan awal perhitungan penanggalan Hijriyah. Yaitu dengan suara aklamasi akhirnya ditetapkan, bahwa awal Hijrah Nabi Muhammad SAW. Dari Makkah Mukarramah ke kota Yatsrib (Madinah Munawarah) tahun 622 M sebagai awal perhitungan penanggalan tahun Hijriyah. Adapun nama-nama bulan serta system   perhitungannya masih mengacu kepada tradisi masyarakat Arab pada saat itu. Dalam pemakaian nama-nama bulan misalnya masih mengacu seperti nama-nama bulan sebelumnya, yaitu: Muharram, Syafar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, dan seterusnya sampai Dzul Hijjah sebagai bulan kedua belasnya. Sedangkan perhitungan tahun Hijriyah diberlakukan mundur 17 tahun ke belakang.
Sejarah Islam mencatat, bahwa hijrah Nabi Muhammad saw. terjadi pada tanggal 2 Rabiul Awal 1 H.[10] bertepatan dengan 14 saptember 622 M. Apabila kalender Hijriyah tersebut dihitung dari Muharram, maka tanggal 1 Muharram 1 H. bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M. hal ini bila ditinjau dalam prespektif rukyat.[11] Karena pada tanggal 14 Juli 622 M. tinggi hilal baru mencapai 5 (derajat) 57' (menit)  karena  hilal tidak dapat dirukyat maka harus diistikmalkan[12]. Akan tetapi bila ditinjau dalam perspektif hisab[13], maka 1 Muharram 1 H. jatuh pada tanggal 15 Juli 622 M,[14] karena tinggi hilal pada tanggal 14 juli 622 M sore harinya mencapai 5  57'. Maka malam itu dan esuk harinya (Kamis, tanggal 15 Juli 622 M) ditetapkan sebagai permula’an perhitungan tahun Hijriyah. Adanya perbeda’an kedua metodologi (hisab, rukyat)  tersebut yang menyebabkan terjadinya perbeda’an dalam penetapan permula’an tahun Hijriyah.    
Untuk menghindari adanya pecahan angka tersebut maka diciptakannya istilah tahun panjang (kabisat), dan tahun pendek (basithoh), dan untuk mempermudah dalam perhitungan diciptakannya istilah Daur (putaran). Satu daur dalam tahun Hijriyah terdapat 30 tahun, yaitu: 11 tahun panjang dan 19 tahun pendek, tahun panjang berumur 355 hari sementara tahun pendeknya 354 hari. Jadi dalam 1 x daur (30 tahun) terdapat: 11 x 355 + 19 x 354 = 10.631 hari. Dalam tahun Hijriyah tahun panjangnya terdapat pada bulan Dzul Hijjahnya = 30 hari, sementara tahun pendeknya umur bulan Dzul Hijjahnya tetap 29 hari.
Adapun yang dimaksud tahun Kabisat (panjang ) dalam hijriyah yaitu, tahun bila dibagi 30 sisanya menunjukkan / bertepatan dengan salah satu huruf yang bertitik pada syair di bawah ini. Begitu juga kebalikannya, bila tahun tersebut dibagi 30 sisanya tidak bertepatan dengan salah satu huruf yang bertitik pada syair,  maka dinamakan tahun basithah (pendek).
Perhatikan syair di bawah ini!
كفّ الخليل كفه ديانه  #  عن كلّ خلّ حبّه فصانه
Tahun Kabisat (tahun panjang) adalah tahun yang bertapatan dengan huruf yang bertitik pada syair di atas antara lain no: 2,5,7,10, 13,15/16[15],18,21,24,26 dan 29. Adapun angka selain yang tersebut di atas adalah tahun Basithah (tahun pendek).
Dalam 1 tahun Hijriyah juga terdapat 12 bulan, yaitu : Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzul Qa’dah dan Dzul Hijjah. Adapun jumlah hari dalam tahun Hijriyah berkisar 29 – 30 hari, bulan ganjil 30 hari sementara bulan genapnya 29 hari. Dimulai dari Muharram 30 hari, Safar 29 hari, Rabiul Awal 30 hari, Rabiul Akhir 29 hari terus berselang-seling sampai Dzul Hijjah.[16] Dalam  satu tahunnya terdapat selisih 10 – 11 hari lebih panjang tahun Masehi dari pada tahun Hijriyah.
Dalam melakukan perhitungan tentu jangan lupa perhatikan tabel di bawah ini!
Tabel Jumlah hari dalam tahun Hijriyah:
1.      Muharram        : 30 : 30  : 30 hr
2.      Safar                : 29 : 59   : 59 hr
3.      Rabiul Awal     : 30 : 89   : 89 hr
4.      Rabiul Akhir    : 29 : 118 : 118 hr
5.      Jumadil Awal   : 30 : 148 : 148 hr
6.      Jumadil Akhir  : 29 : 177 : 177 hr
7.      Rajab               : 30 : 207 : 207 hr
8.      Sya’ban           : 29 : 236 : 236 hr
9.      Ramadhan       : 30 : 266 : 266 hr
10.  Syawal             : 29 : 295 : 295 hr
11.  Dzul Qa’dah    : 30 : 325 : 325 hr
12.  Dzul Hijjah      : 29 : 354 : 355 hr
C.     Teknis Perhitungan Penanggalan
Sebagaimana yang saya sampaikan dalam pendahuluan di atas, bila anda tidak hafal (lupa) tentang penanggalan kelahiran anda[17], maka di sini anda dapat mencarinya melalui perhitungan yang akan saya deskripsikan di bawah ini, tentu saja anda harus mengikuti prosedur yang saya tentukan.
Misalkah nama anda Shofiah tanggal lahir, 27 Juli 2007 M, sementara anda belum mengetahui berapa penanggalan Hijriyahnya dan pasarannya. Maka terlebih dahulu anda tentukan, apakah tahun tersebut (2007 M) kategori tahun panjang atau tahun pendek? Oleh karena itu anda bisa menentukan melalui berikut:
Th. 2007 : 4 = 501, 75. Maksudnya tahun 2007 setelah dibagi 4 hasilnya didapatkan 501 daur + 0,75 ( lebih 0,75), jadi tahun 2007 = tahun pendek/Basithah. Kalau sudah diketahui identitas tahun tersebut baik panjang atau pendeknya, baru anda perhatikan dalam pikiran anda pada bulan Pebruarinya. Bila tahun tersebut panjang maka Pebruarinya = 29 hari, akan tetapi bila pendek maka pebruarinya 28 hari.
1.      Contoh perhitungan penanggalan Masehi
Shofiah lahir pada hari : Jum’at, tanggal 27 Juli 2007. Berapa penanggalan Hijriyahnya ? (hari, pasaran,  tanggal, bulan, dan tahun).

Tanggal, 27 Juli 2007 (tahun pendek)
2006 th : 4 = 501 daur + 2 th + 6 bln + 27 hr
            501 x 1461 =                            731961 hr
             2 x 365  =                                   730 hr
            januari – juni =                                   181 hr
Tanggal =                                     27 hr  
732899 hr
Anggaran Gregrorius XIII  =                                   - 13 hr
Jumlah hari dari awal Masehi - tanggal 27 – 7 - 2007 M =                            732886 hr
 Tafawut  Masehi – Hijriyah =                          - 227016 hr
Jumlah hari dari awal Hijriyah - tanggal 27 – 7 – 2007M=                            505870 hr
505870 : 10631 =             47 daur + 6213 hr
47 x 30 =                               1410 th
6213 : 354 =                    17 th + 195 hr
  Dalam 17 th terdapat th kabisat  =                                   - 6 hr
189 hr
 Muharram – Jumadil Akhir =                               - 177 hr
Tanggal=                                    12 hr
Tanggal,  12 Rajab 1428 H

Jadi Shofiah yang lahir pada tanggal 27 Juli 2007 M, bertepatan dengan hari: Jum’at kliwon, tanggal 12 Rajab 1428H.

Konversikan  dari Penanggalan Hijriyah ke Masehi!

Tanggal, 12 Rajab 1428 H
1427 th : 30 = 47 daur + 17 th + 6 bln + 12 hr
47 x 10631 =                             499657 hr
17 x 354 =                                 6018 hr
Dalam 17 th terdapat  th kabisat  =                                        6 hr
Muharram – Jumadil Akhir  =                                    177 hr
Tanggal  =                                      12 hr
Jumlah hari dari awal Hijriyah - tanggal 12 Rajab 1428 H =                             505870 hr
Tafawut Masehi – Hijriyah =                             227016 hr
Jumlah hari dari awal Masehi - tanggal 12 Rajab 1428 H  =                             732886 hr
Anggaran Gregorius XIII =                                      13 hr
732899 hr

732899 : 1461 =             501 daur  +  938 hr
501 x 4 =                                 2004 th
938 : 365 =                        2 th + 208 hr
Januari – Juni =                                 - 181 hr
Tanggal =                                     27 hr
Tanggal 27 Juli 2007 M

Jadi Shofiah yang lahir pada tanggal, 12 Rajab 1428 H bertepatan dengan hari: Jum’at kliwon, tanggal 27 Juli 2007 M.


2.      Contoh perhitungan  penanggalan Hijriyah
Indana Zulfa lahir pada hari : Kamis 19 Dzul Hijjah 1426 H. Berapa penanggalan Masehinya ? (hari, pasaran, tanggal, bulan, tahun ).

Tanggal 19 Dzul Hijjah 1426 H
1425 th : 30 = 47 daur + 15 th + 11 bln + 19 hr
47 x 10631 =                            499657 hr
15 x 354 =                                5310 hr
Kabisat =                                       5 hr
Muharram – Dzul Qa’dah =                                  325 hr
Tanggal =                                     19 hr
Jumlah hari dari awal Hijriyah - tanggal 19 Dzul Hijjah 1426 H =                            505316 hr
Tafawut Masehi – Hijriyah  =                            227016 hr
Jumlah hari dari awal Masehi  -  tanggal 19 Dzul Hijjah 1426 H =                           732332 hr
Anggaran Gregorius XIII  =                                     13 hr
732345 hr

732345 : 1461 =            501 daur  +  384 hr
501 x 4 =                                2004 th
384 : 365 =                         1 th + 19 hr
Tanggal =                                    19 hr
Tanggal 19 Januari 2006 M

Jadi Indana Zulfa yang lahir pada tanggal 19 Dzul Hijjah 1426 H  bertepatan dengan hari: Kamis Legi, tanggal 19 Januari 2006 M.

Konversikan dari Penanggalan Masehi ke Hijriyah!

Tanggal 19 Januari  2006 M (tahun pendek)
2005 th : 4 = 501 daur + 1 th + 0 bln + 19 hr
            501 x 1461 =                             731961 hr
             1 x 365 =                                   365 hr
            0 bulan =                                        0 hr
               Tanggal =                                     19 hr
732345 hr
Anggaran Gregrorius  XIII =                                    - 13 hr
Jumlah hari dari awal Masehi - tanggal 19 Januari 2006 M =                             732332 hr
 Tafawut  Masehi – Hijriyah =                          - 227016 hr
        Jumlah hari dari awal Hijriyah - tanggal 19 Januari 2006 M =                       505316 hr
505316 : 10631 =                47 daur + 5659 hr
47 x 30 =                                  1410 th
6213 : 354 =                      15 th + 349 hr
  Dalam 15 th terdapat th kabisat =                                        - 5 hr
344 hr
 Muharram – Dzul Qa’dah =                                  - 325 hr
 Tanggal =                                      19 hr
Tanggal 19 Dzul Hijjah  1426 H

Jadi Indana Zulfa yang lahir pada tanggal 19 Januari 2006 M bertepatan dengan hari: Kamis Legi,19 Dzul Hijjah 1426 H.

3.      Contoh perhitungan tahun Pendek (Basithah)

Bila diketahui, Tahun Baru tanggal 1 Januari 2010 M, berapa penanggalan Hijriyahnya? (hari, pasaran, tanggal, bulan, dan tahun).
Tanggal 1 Januari  2010 M (tahun pendek)
2009 th : 4 = 502 daur + 1 th + 0 bln + 1 hr
            502 x 1461 =                            733422 hr
             1 x 365 =                                   365 hr
            0 bulan =                                        0 hr
               Tanggal =                                        1 hr
733788 hr
Anggaran Gregorius XIII  =                                     - 13 hr
Jumlah hari dari awal Masehi -  tanggal 1 Januari 2010 M =                             733775 hr
 Tafawut  Masehi – Hijriyah =                            - 227016 hr
  Jumlah hari dari awal Hijriyah - tanggal 1 Januari 2010 M =                             506759 hr
506759 : 10631 =                 47 daur +7102 hr
47 x 30 =                                  1410 th
7102 : 354 =                          20 th + 22 hr
  Dalam 20 th terdapat th kabisat =                                      - 7 hr
Tanggal =                                         15 hr
 Tanggal 15 Muharram  1431 H

Jadi Awal Tahun Baru 1 Januari 2010 bertepatan dengan  hari: Jum’at Wage, 15 Muharram 1431 H.
Konversikan  dari Penanggalan  Hijriyah ke Masehi!

Tanggal  15  Muharram  1431 H
1430 th : 30 = 47 daur + 20 th + 0 bln + 15 hr
47 x 10631 =                                  499657 hr
20 x 354 =                                      7080 hr
Dalam 20 th terdapat th kabisat =                                              7 hr
Tanggal  =                                              15 hr
Jumlah hari dari awal Hijriyah -  tanggal 15 Muharram 1431 H =                           506759 hr
Tafawut  Masehi – Hijriyah =                                   227016 hr
Jumlah hari dari awal Masehi - tanggal 15 Muharram 1431 H =                            733775 hr
Anggaran Gregorius XIII  =                                            13 hr
733788 hr

733788 : 1461 =                   502 daur  +  366 hr
502 x 4 =                                       2008 th
366 : 365 =                                    1 th+ 1 hr             
Tanggal 1 Januari 2010 M
Jadi tanggal 15 Muharram 1431 H  bertepatan dengan hari:  Jum’at Wage, 1 Januari 2010M.

4.      Contoh  perhitungan tahun Panjang ( Kabisat )

         
Bila diketahui tanggal, 3 Saptember 2008 M. Berapa penaggalan Hijriyahnya? ( Hari, pasaran, tanggal, bulan dan tahun).

 Tanggal 3 Saptember 2008 M (tahun panjang)
2007 th : 4 = 501 daur + 3th + 8 bln +3 hr
            501 x 1461 =                            731961 hr
             3 x 365 =                                   1095 hr
            Januari- Agustus  =                                   243 hr
               Tanggal =                                       3 hr
733302 hr
Anggaran Gregrorius XIII  =                                   - 13 hr
Jumlah hari dari awal Masehi - tanggal 3 Saptember  2008 M =                         733289 hr
 Tafawut  Masehi – Hijriyah =                             - 227016 hr
 Jumlah hari dari awal Hijriyah - tanggal 3 Saptember  2008 M  =                     506273 hr
506273 : 10631 =                 47 daur +6616 hr
47 x 30 =                                  1410 th
6616 : 354 =                       18 th + 244 hr
 Dalam 18 th terdapat th kabisat =                                        - 7 hr
237 hr
Muharram - Sya’ban =                                    - 236 hr
 Tanggal =                                         1 hr
  Tanggal 1 Ramadhan 1429 H

Jadi  tanggal 3 Saptember 2008 M bertepatan dengan hari: Selasa,  Pon,  1 Ramadhan 1429 H.
Konversikan dari Penanggalan  Hijriyah ke Masehi!

 Tanggal 1  Ramadhan 1429 H
1428 th : 30 = 47 daur + 18th + 8 bln + 1 hr
47 x 10631 =                            499657 hr
18 x 354 =                                6372 hr
Dalam 18 th terdapat th  kabisat =                                       7 hr
 Muharram  - Sya’ban =                                  236 hr
Tanggal  1 =                                       1 hr
Jumlah hari dari awal Hijriyah  - tanggal 1 Ramadhan 1429 H =                           506273 hr
Tafawut  Masehi – Hijriyah =                           227016 hr
Jumlah hari dari awal - tanggal 1 Ramadhan 1429 H =                           733289 hr
Anggaran Gregrorius XIII =                                    13 hr
733302 hr

733302 : 1461 =         501 daur  +  1341 hr
501 x 4 =                               2004 th
1341 : 365 =                             3+246 hr
Januari – Agustus =                                - 243 hr
Tanggal =                                     3 hr         
Tanggal 3 Saptember 2008 M

Jadi  tanggal 1 Ramadhan 1429 H bertepatan dengan hari: Selasa,  Pon, 3 Saptember 2008 M.

D.     Rumus Mencari Hari dan Pasaran

Adapun rumusan untuk mencari hari dan pasaran di sini saya klasifikasikan  menjadi empat macam, yaitu:

1.       Mencari Nama Hari Dalam Tahun Masehi
Untuk mencari hari kelahiran anda dari perhitungan Masehi sbb:
Hasil akumulasi angka yang telah anda dapatkan, misalnya : 732886 dibagi 7, sisanya menunjukkan salah satu angka : 1,2,3,4,5,6,& 7/0. Dihitung dari hari Sabtu sampai Jum’at Sabtu = 1;  Ahad = 2 ; Senin = 3; Selasa = 4; Rabu = 5 ; Kamis = 6 ; Jum’at =7/0.;  Sabtu  = 1 ; Ahad  = 2; Senin  = 3; Selasa = 4 ; Rabu  = 5; Kamis =6. Jum’at = 1

Contoh 1: 732886 : 7 = 104698. tidak ada sisa =0. Jadi 0 = Jum’at.
Contoh 2: 732332 : 7 = 104618,8571. 0,8571 x 7 = 5,9997 ( 6 ). Jadi angka 6 = Kamis.
Contoh 3: 733775 : 7 = 104825. tidak ada sisa =0. Jadi 0 = Jum’at.
Contoh 4: 733289 : 7 = 104755,5714. sisa =0,5714 x 7 = 3,9998 (4). Jadi 4 = Selasa.


2.      Mencari Nama Hari Dalam Tahun Hijriyah
Untuk mencari hari kelahiran anda dari perhitungan Hijriyah sbb:
Hasil akumulasi angka yang telah anda dapatkan, misalnya : 505870 dibagi 7, sisanya menunjukkan salah satu angka : 1,2,3,4,5,6,& 7/0. Dihitung dari hari Jum’at sampai Kamis . Jum’at = 1;  Sabtu  = 2 ; Ahad  = 3; Senin  = 4; Selasa = 5 ; Rabu  = 6 ; Kamis =7/0.
Contoh 1: 505870 : 7 = 72267,14286. 0,14286 x 7 = 1,00002 (1). Jadi 1 =  Jum’at.
Contoh 2: 505316 : 7 = 72188. Jadi angka 0 = Kamis.  
Contoh 3: 506759 : 7 = 72394,14286. 0,14286 x 7 = 1,00002 (1). Jadi 1 =  Jum’at.
Contoh 4: 506273 : 7 = 72324,71429. sisa =0,71429 x 7 = 5,00003 (5). Jadi 5 = Selasa.

3.      Mencari Pasaran Dalam Tahun Masehi

Hasil akumulasi angka yang telah anda dapatkan, misalnya : 732886 dibagi 5, sisanya menunjukkan salah satu angka : 1,2,3,4, 5/0. Dihitung dari pasaran. Kliwon  = 1;  Legi  = 2 ; Paing  = 3; Pon  = 4; Wage = 5/0.
Contoh 1: 732886 : 5 = 146577,2. 0,2 x 5 = 1 (1). Jadi 1 =  Kliwon.
Contoh 2: 732332 : 5 = 146466,4. 0,4 x 5 = 2. Jadi angka 2 = Legi.
Contoh 3: 733775 : 5 = 146755. Tidak ada sisa = 0, jadi 0 = Wage.
Contoh 4: 733289 : 5 = 146657,8. sisa = 0,8x5= 4.  jadi 4 =Pon.

4.      Mencari Pasaran Dalam Tahun Hijriyah
Untuk mencari pasaran  kelahiran anda dari perhitungan Hijriyah sbb:
Hasil akumulasi angka yang telah anda dapatkan, misalnya : 505870 dibagi 5, sisanya menunjukkan salah satu angka : 1,2,3,4, 5/0. Dihitung dari pasaran. Legi  = 1;  Paing  = 2 ; Pon  = 3; Wage  = 4; Kliwon = 5/0.
Contoh 1: 505870 : 5 = 101174. Jadi 0 =  Kliwon.
Contoh 2: 505316 : 5 = 101063,2. 0,2 x 5 = 1. Jadi angka 1 = Legi.
Contoh 3: 506759 : 5 =101351,8. 0,8 x5 =4. Jadi 4= Wage.
Contoh 4: 506273 : 5 =101254,6. 0,6 x5 =3. Jadi 3= Pon.

E.     Kesimpulan

Hendaknya umat Islam sa’at sekarang mulai sadar dan responsip terhadap nilai budaya dan peradaban Islam itu sendiri. Seiring dengan pesatnya peradaban dunia  yang tidak diimbangi dengan nilai-nilai peradaban Islam maka, nyaris lenyaplah perdaban Islam dari permukaan bumi ini.  Oleh karena itu mari bersama-sama kita lestarikan, kembangkan dan aplikasikan dalam kehidupan  kita sehari-hari.

Kesimpulan di bawah ini merupakan representative terhadap metode perhitungan dengan segala varianya meliputi: Penanggalan Tahun Masehi,  Penanggalan Tahun Hijriyah, Penanggalan Tahun Pendek (Basithah ), dan Penanggalan Tahun Panjang ( Kabisat ). Sebagaimana yang saya simpulkan di bawah ini:

1.      Shofiah yang lahir pada tanggal 27 Juli 2007 Masehi bertepatan dengan hari  Jum’at  Kliwon,  12 Rajab 1428 Hijriyah.
2.      Indana Zulfa yang lahir pada tanggal 19 Dzul Hijjah 1426 Hijriyah bertepatan dengan hari Kamis legi, 19 Januari 2006 Masehi.
3.      1 Januari 2010 Masehi (tahun Kabisat/ panjang ) bertepatan dengan hari Jum’at Wage, 4 Muharram 1431 Hijriyah.
4.      3 Saptember 2008 Masehi (tahun Basithah/ pendek) bertepatan dengan hari Selasa Pon, 1 Ramadhan 1429 Hijriyah.

Wallahu ‘Alamu bis-Shawab



DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahan, Depag RI

Ahmad Baiquni, Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Keislaman, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 1997 M.

Almanak Hisab dan Rukyat, Jakarta:  Badan Hisab dan Rukyat Departemen Agama Pusat Republik Indonesia, 1981 M.
 
Ahmad Syalabi, Sejarah dan Kebudaya’an Islam, Jakarta: PT. al-Husna Zikra,1997 M.

Fatwah MUI, tentang penetapan awal bulan qamariyah

Muslim ibnu Hajjaj, Shahih Muslim, Bairut: Dar Fikr, 1414 H / 1993 M.

Muh. Wardan, Hisab Urfi dan Hakiki, Jogjakarta: TB. Siaran, 1957 M.

 Pedoman Perhitungan Awal Bulan Qamariyah, Jakarta: Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, Depag RI, 1994 M / 1995 M.

Suryanegara, Ahmad Mansur, “Deislamisasi Sejarah Nasional Indonesia.” dalam Seminar Historiografi Islam Indonesia Puslitbang Lektur Keagama’an, Bogor: Depag RI, 1428 H / 2007 M.


























[1] Menurut penelitihan selisih antara tahun Masehi-tahun Hijriyah terdapat 227015 hari ( menurut Hisab ) atau 227016 hari ( menurut Ruk’yat). Perbeda’an tersebut disebabkan adanya perbeda’an penetapan awal bulan Muharam 1 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 15 Juli 622 M ( menurut Hisab), atau tanggal 16 Juli 622 M ( menurut Rukyat).
[2] Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, beliau adalah Guru Besar Sejarah UIN Bandung. Sewaktu beliu menyampaikan dalam cover makalahnya sebagai berikut: “ Deislamisasi Sejarah Nasional Indonesia.” Seminar Historiografi Islam Indonesia Puslitbang Lektur Keagamaan, pada 20 Dzul Qo’dah- 1 Dzul hijjah 1428 H, Ahad Kliwon – Senin Legi, 9-11 Desember 2007 M” di Hotel Permata Alam Jalan Raya Puncak KM 83 Cisarua Bogor Jawa Barat. Beliu juga terkenal sebagai figur Sejarahwan yang kontrofersial, menurutnya catatan sejarah Nasional banyak yang tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya, sarat dengan pesan orentalis dan otoritas penguasa sa’at itu.
[3]  Putaran dari arah barat ke timur.
[4]  Ahmad Baiquni, Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Keislaman, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima yasa, 1997, h. 69
[5] Almanak Hisab dan Rukyat, Jakarta:  Badan Hisab dan Rukyat Departemen Agama Pusat Republik Indonesia, 1981, h. 40 
[6] Almanak Hisab dan rukyat, h. 40 
[7] Basithah maksudnya tahun pendek, tahun basithah dalam Masehi maksudnya tahun yang tidak habis dibagi empat. Misalnya tahun 2009 : 4 = 502,25. Atau tahun abad yang tidak habis dibagi 400. Contoh : abad  17, 18. Dan 19. Tahun 1700 : 4 = 425, 1700 : 400 = 4,25. Walaupun tahun 1700 (abad 17) habis dibagi 4 akan tetapi tidak habis dibagi 400 maka tetap tahun tersebut dinamakan tahun pendek.
[8] Kabisat  adalah kebalikan dari Basithah, tahun kabisat yaitu tahun panjang, tahun yang habis dibagi 4, contoh: 2000 : 4 = 500.Demikian pula abad yang habis dibagi 400 dinamakan tahun panjang. Contoh: 2000 : 400 = 5, jadi tahun 2000 berarti  tahun panjang.
[9] Pedoman Perhitungan Awal Bulan Qamariyah, Jakarta: Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, Depag RI, 1994/ 1995. h. 4
[10] Almanak Hisab dan Rukyat, h. 42. Sementara menurut Ahmad Syalabi dalam bukunya, Sejarah dan Kebudaya’an Islam,  menyatakan bahwa  Rasulullah sampai ke Yatsrib pada tanggal 12 Rabiul Awal. Pendapat  Syalabi ini mengutip dari Ibnu Qutaibah dalam al-Ma’arif 75.
Menurut penulis sendiri setelah melakukan perhitungan lebih cenderung kepada pendapat pertama, yaitu yang menyatakan, “Hijrah Nabi saw. jatuh tanggal 2 Rabiul Awal 1H.” wallahu a’lamu bis shawab.
[11] Rukyat bermakna melihat dengan mata telanjang, yaitu melakukan observasi hilal menjelang akhir bulan qamariyah (biasanya dilakukan tiap-tiap akhir tanggal 29 bulan qamariyah) dengan melalui mata telanjang atau memakai teropong bintang, untuk menentukan awal bulan qamariyah / awal penanggalan Hijriyah.
[12] Diistikmalkan maksudnya disempurnakan, bilangan hari dalam bulan Hijriyah disempurnakan menjadi 30 hari karena adanya indikasi hilal tidak dapat dirukyat. Hal ini atas dasar hadits Nabi saw. Dari Abdullah Ibn Mu’ad bersambung sampai Abu Hurairah ra. Mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Berpuasalah kamu tetkala melihat hilal dan berbukalah tetkala melihat hilal, apabila mendung hilal tidak terlihat olehmu maka hitunglah (sempurnakan) bilangan (bulan tersebut) tiga puluh hari.” HR. Muslim,  Shahih Muslim, Bairut: Dar Fikr, 1414 / 1993 M., Jilid-1, h. 482.
[13] Hisab yang berarti hitungan adalah suatu metodologi alternative yang  dapat dipakai dalam menentukan awal bulan qamariyah selain rukyat. Sesuai dengan fatwah MUI, bahwa penetapan awal bulan qamariyah bisa dilakukan dengan cara rukyat atau Hisab.
[14] Hal ini juga yang dijadikan pedoman Muhammadiyah sebagaiamana yang tercantum dalam
bukunya Muh. Wardan, Hisab Urfi dan Hakiki, Jogjakarta: TB.Siaran, 1957, h. 9.
[15] Menurut ahli hisab kabisat jatuh no. urut ke -16nya (ه), sementara pendapat ahli rukyat no. urut ke-15nya (ن ).
[16] Kecuali bulan Dzul Hijjah ( bulan ke -12), bila bertepatan dengan tahun panjang maka jumlah harinya bertambah 1 hari,  yang tadinya 29 hari menjadi 30 hari. Akan tetapi bila bertepatan dengan tahun pendek maka jumlah harinya tetap 29 hari.
[17] Penanggalan anda maksudnya: hari, pasaran, tanggal, bulan, dan tahun, baik dalam Masehi atau Hijriyah. Dengan catatan anda sudah mengetahui dengan benar salah satunya, maksudnya bila anda belum mengetahui penanggalan Hijriyahnya, pastikan anda sudah mengetahui penanggalan Masehinya, begitu juga sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar